Category: Apple

  • Polda Metro Jaya siagakan 2.373 personel amankan laga ASEAN Cup di GBK

    Polda Metro Jaya siagakan 2.373 personel amankan laga ASEAN Cup di GBK

    Polda Metro Jaya siagakan 2.373 personel amankan laga ASEAN Cup di GBK
    Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 2.373 personel gabungan untuk mengamankan laga lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya

    Polda Metro Jaya menyiagakan 2.373 personel gabungan untuk mengamankan laga lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.

    Terdapat dua pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, yakni Singapura melawan Bangladesh dan dilanjutkan dengan laga antara Timnas Indonesia menghadapi Malaysia.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Senin, mengatakan ribuan personel tersebut tergabung dalam Operasi Garuda Bakti 2026 guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan lancar.

    “Personel disiapkan di sejumlah titik, mulai dari hotel tempat tim dan ofisial, jalur perjalanan menuju stadion, pintu masuk, area dalam stadion, hingga kawasan VIP dan VVIP,” katanya.

    Budi menjelaskan personel di lapangan juga ditugaskan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, sterilisasi, pemeriksaan di pintu masuk, serta patroli dan pengawasan di sekitar kawasan GBK.

    Dalam pelaksanaan tugasnya, seluruh personel diarahkan untuk bertindak secara profesional, prosedural, tegas, dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan penonton.

     

    “Kami mengedepankan pendekatan yang profesional dan humanis. Petugas juga diarahkan menghindari tindakan kekerasan serta penggunaan senjata api maupun gas air mata dalam penertiban, kecuali dalam kondisi tertentu sesuai prosedur,” ujarnya.

    Polda Metro Jaya terus melakukan koordinasi secara intensif dengan panitia penyelenggara dan instansi terkait selama rangkaian pertandingan berlangsung, terutama terkait pengetatan pemeriksaan di seluruh pintu masuk stadion.

    Ia berharap skema pengamanan tersebut dapat membuat seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar.

    “Harapannya masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan nyaman,” kata Budi.

    Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman menyebutkan laga melawan Malaysia dalam FIFA ASEAN Cup 2026akan memacu performa terbaik para pemain Timnas Indonesia.

    “Biasanya laga besar seperti itu memunculkan performa terbaik dari para pemain top,” kata John Herdman dalam sesi latihan menjelang laga di Jakarta, Minggu (27/9).

    Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia pada pertandingan kedua kedua tim dalam Grup A FIFA ASEAN Cup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (29/9). Kick-off pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.

    Kedua tim datang dengan modal kemenangan pada laga pertama. Indonesia menekuk Singapura 2-0, sedangkan Malaysia mengalahkan Bangladesh 3-0.

  • Dukung SPPG, Polda Metro Jaya Kembangkan Ekosistem Tambak di Muara Gembong

    Dukung SPPG, Polda Metro Jaya Kembangkan Ekosistem Tambak di Muara Gembong

    JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.

    “MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).

    Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.

    Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

    Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

    “Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

    Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.

    Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

    Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

    Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

    Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.

    Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.

    “Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

    Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.

    Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

    “Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

    Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

  • Dukung SPPG, Polda Metro Jaya Kembangkan Ekosistem Tambak di Muara Gembong

    Dukung SPPG, Polda Metro Jaya Kembangkan Ekosistem Tambak di Muara Gembong

    JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.

    “MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).

    Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.

    Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

    Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

    “Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

    Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.

    Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

    Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

    Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

    Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.

    Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.

    “Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

    Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.

    Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

    “Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

    Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

  • Kawal Aksi Demo Buruh, Polda Metro Jaya Kerahkan Sebanyak 26.386 Personel Gabungan

    Kawal Aksi Demo Buruh, Polda Metro Jaya Kerahkan 26.386 Personel Gabungan

    Kawal Aksi Demo Buruh, Polda Metro Jaya Kerahkan 26.386 Personel Gabungan

    Polda Metro Jaya mengerahkan 26.386 personel gabungan untuk mengawal kegiatan penyampaian aspirasi buruh pada Rabu, (24/9/2026).

    Ribuan personel merupakan gabungan dari Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dan Pengamanan Dalam (Pamdal) Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR).

    Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 99 kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan wilayah penyangga, terdiri atas 73 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya.

    Persiapan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan Tactical Floor Game (TFG) yang melibatkan Polda Metro Jaya, Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya)/TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan terkait.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto merinci penempatan personel meliputi Monumen Nasional (Monas) 4.020 personel, Bundaran Hotel Indonesia (HI) 4.051 personel, DPR/MPR RI 3.663 personel, penyekatan dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPMS) 8.914 personel, Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) 2.055 personel, Penegakan Hukum (Gakkum) 1.841 personel.

    Selanjutnya Siaga Markas Polda (Mapolda) 600 personel, Tim Patroli Wilayah 412 personel, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 296 personel, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Danantara 197 personel, Semanggi 140 personel, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Pengadilan Tinggi 102 personel, patroli pengawalan unjuk rasa 62 personel, serta Pejabat Utama (PJU) penanggung jawab 33 personel.

    “Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

    Budi menegaskan seluruh personel diarahkan mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan, jumlah massa, dan perkembangan di lapangan.

  • Tasyakuran Bersama The Jakmania, Kapolda Metro : Rawat Kebersamaan, Jaga Jakarta

    Tasyakuran Bersama The Jakmania, Kapolda Metro : Rawat Kebersamaan, Jaga Jakarta

    Polda Metro Jaya menggelar tasyakuran bersama keluarga besar The Jakmania di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kepolisian dan komunitas suporter sekaligus merawat kebersamaan dalam menjaga ibu kota tetap aman dan kondusif.

    Kegiatan dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, pejabat utama, serta para Kapolres jajaran. Dari The Jakmania hadir Ketua Umum Aditya, Ketua Harian Bayu, jajaran pengurus, serta perwakilan enam Koordinator Daerah dan 66 Koordinator Wilayah dari Jakarta dan sekitarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Asep menyampaikan terima kasih atas kehadiran keluarga besar The Jakmaniasekaligus mengapresiasi komitmen suporter selama rangkaian laga Persija melawan Persib.

    Ia juga menyampaikan selamat atas kemenangan Persija serta keberhasilan mempertahankan catatan positif saat bermain di kandang.

    “Terima kasih atas kerja sama rekan-rekan The Jakmania, sejak tahap perizinan, persiapan, pelaksanaan hingga pertandingan berakhir. Semua dapat berlangsung aman, kondusif, dan lancar. Ini menjadi modal yang baik untuk kita jaga bersama,” ujar Komjen Asep.

    Menurutnya, pengalaman tersebut tidak cukup berhenti pada satu laga. Hubungan yang sudah terjalin perlu diteruskan hingga tingkat kewilayahan agar kepolisian dan komunitas suporter semakin dekat dalam membangun suasana yang tertib.

    “Saya berharap The Jakmania dapat menjadi mitra utama Polres. Polres dan Korwil di wilayah masing-masing harus terus membangun kedekatan, sehingga setiap hal dapat dikomunikasikan dengan baik sejak awal,” kata Komjen Asep.

    Peran para Koordinator Wilayah turut menjadi perhatian. Kapolda meminta mereka benar-benar mengenal dan merangkul anggotanya. Sebab, The Jakmania terdiri atas beragam usia, profesi, latar belakang, dan karakter, namun dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada Persija dan Jakarta.

    “Keberagaman itu harus menjadi kekuatan. Saling jaga, saling ingatkan, dan jangan biarkan ada rekan kita yang salah melangkah hingga merugikan dirinya sendiri, keluarga, maupun nama besar The Jakmania,” ujarnya.

    Komjen Asep menegaskan, keamanan ibu kota bukan semata-mata tugas kepolisian. Komunitas, kelompok suporter, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus menjaga energi positif yang sudah tumbuh.

    “Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab kita semua. Mari rawat kebersamaan ini dan tunjukkan bahwa kecintaan kepada Persija dapat diwujudkan dengan sportivitas, ketertiban, serta semangat untuk bersama-sama menjaga Jakarta,” kata Komjen Asep.

    Ia berharap semangat tersebut hadir dalam setiap laga Persija. Dukungan kepada klub, menurutnya, akan semakin bermakna ketika disertai kedewasaan, kepedulian terhadap sesama, dan sikap yang tidak merugikan komunitas.

    Ketua Umum The Jakmania Aditya menyambut positif hubungan yang terjalin dengan Polda Metro Jaya. Menurutnya, ruang kolaborasi dapat diperluas, tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan program positif bagi masyarakat.

    “Ke depan kita akan terus berjalan bersama dan membanggakan warga Jakarta. Kolaborasi tidak hanya dalam pertandingan, tetapi juga melalui kegiatan positif yang semakin merekatkan hubungan Polda Metro Jaya dan The Jakmania,” ujar Aditya.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kemitraan dengan komunitas suporter menjadi salah satu kekuatan dalam membangun keamanan dari lingkungan masyarakat sendiri. Menurut Kombes Budi, kedekatan hingga tingkat kewilayahan diharapkan membuka ruang komunikasi lebih dini sehingga berbagai persoalan dapat dicegah dan diselesaikan dengan semangat kebersamaan.

    Tasyakuran tersebut menegaskan bahwa hubungan Polda Metro Jaya dan The Jakmania tidak berhenti pada satu pertandingan.

    Sportivitas, kepedulian, dan budaya saling menjaga diharapkan terus tumbuh menjadi energi bersama dalam Jaga Jakarta.

    pakar seo polri , pakar seo , pakar seo indonesia , pakar seo terbaik

    Mohammad Khoirul Amin, Khoirul Amin , Amin

     

  • Polda Metro Jaya dan Wartawan Gelar Doa Bersama untuk 8 Orang Hilang Erupsi Gunung Anak Krakatau

    Polda Metro Jaya dan Wartawan Gelar Doa Bersama untuk 8 Orang Hilang Erupsi Gunung Anak Krakatau

    Polda Metro Jaya bersama Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini belum ditemukan saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Kegiatan tersebut digelar setelah pelaksanaan salat Jumat di Musala Satya Haprabu, Polda Metro Jaya, Jumat (11/9/2026).

    Kegiatan diikuti jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama para jurnalis, khususnya yang tergabung dalam FWP PMJ.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto berharap, delapan orang yang belum ditemukan tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

    “Kita sama-sama mendoakan semoga 8 orang di mana 5 di antaranya adalah rekan-rekan jurnalis, 3 awak kapal, semoga segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.

    Harapan serupa disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin. Dia berharap, seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat.

    “Harapan kita semuanya, saudara-saudara kita yang saat ini belum ditemukan bisa segera ditemukan dalam keadaan yang selamat dan sehat,” tutur Iman.

    Iman juga mendoakan keluarga para korban agar diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

    “Kemudian keluarganya juga diberikan kesabaran dan kekuatan di dalam menjalani cobaan dan musibah ini. Kita sama-sama berdoa supaya musibah yang dialami segera Allah berikan pertolongan bagi kita semuanya,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua FWP PMJ Achmad Faruk menyampaikan harapan yang sama. Dia berharap, para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

    “Semoga teman-teman kita, sahabat kita, saudara kita yang sedang tugas meliput dapat kembali ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.

  • Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen mendukung program prioritas nasional melalui berbagai capaian nyata di bidang ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, pelayanan publik, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

     

    Komitmen tersebut dipaparkan dalam kegiatan Visitasi Penilaian Tahap II Kompolnas Awards Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Polda Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kamis, 3 September 2026. Polda Sumsel menjadi salah satu dari lima nominator kategori Polda terbaik tingkat nasional dalam ajang tersebut.

     

    Kegiatan visitasi dipimpin langsung oleh Komisioner Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., serta dihadiri Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Wahyu Widada, M.Phil.

     

    Visitasi ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk mencocokkan data capaian yang disampaikan dengan kondisi dan implementasi di lapangan, sekaligus memastikan berbagai inovasi pelayanan kepolisian berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

     

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel terus mengimplementasikan agenda prioritas Presiden Republik Indonesia melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Salah satu capaian strategis ditunjukkan melalui program dukungan ketahanan pangan. Polda Sumsel mencatat realisasi lahan tanam jagung mencapai 28.394,16 hektare dengan hasil produksi sebanyak 116.591,92 ton.

     

    Di bidang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial, jajaran Polda Sumsel juga telah melaksanakan 139 program bedah rumah, membangun 87 fasilitas sumur bor, menyalurkan 141.000 paket kebutuhan pokok, serta mendirikan 81 Jembatan Merah Putih.

     

    Berbagai program tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran kepolisian diarahkan agar tidak berhenti pada pelaksanaan tugas keamanan, tetapi turut memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.

     

    Pada sektor pelayanan publik, optimalisasi Command Center dan layanan Polisi 110 terus diperkuat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel membangun pelayanan kepolisian yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

     

    “Penghargaan yang paling tinggi adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, kemudahan, dan manfaat bagi masyarakat. Sering saya tekankan kepada jajaran Polda Sumsel bahwa juragan kita adalah masyarakat,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polri tidak semata-mata dilihat dari capaian institusional, tetapi dari sejauh mana setiap program dan pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan sinergi operasional dan kolaborasi lintas sektoral terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program kepolisian.

     

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas melalui pelayanan publik yang profesional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Menurutnya, penguatan kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai instansi terkait terus dilakukan melalui konsep “Super Team”. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara lebih terpadu dan memberikan dampak yang lebih luas.

     

    Polda Sumsel memandang Kompolnas Awards bukan semata-mata sebagai ajang penghargaan, tetapi sebagai momentum untuk mengukur konsistensi transformasi pelayanan kepolisian dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

     

    Melalui penguatan ketahanan pangan, pelayanan publik, kesejahteraan sosial, serta stabilitas kamtibmas, Polda Sumsel terus berupaya menghadirkan Polri yang Presisi, profesional dan semakin dekat dengan masyarakat.

     

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Polda Sumsel dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan menjadikan keamanan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan.

  • Respons Cepat Polres Jaksel Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Respons Cepat Polres Jaksel Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa)
    Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut.
    “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa)
    “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.